Logo

Devisi-Devisi PUSENLIS LPPM Unhas

  1. Divisi Ketenagalistrikan

Divisi ketenagalistrikan PUSENLIS LPPM Unhas memiliki tenaga ahli yang mengkaji masalah-masalah terkait pembangunan dan pengoperasian pusat pembangkit tenaga listrik, gardu induk, saluran transmisi dan distribusi serta operasi ekonomis maupun proteksi sistem tenaga listrik. Kajian ini terdiri dari beberapa keahlian khusus antara lain:

  • Pembangkit Tenaga Listrik.

Merancang dan mendesain tata letak, konstruksi, penentuan biaya, serta pengawasan pelaksanaan pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), dan selalu mengikuti perkembangan terkini.

  • Operasi Ekonomis Sistem Tenaga Listrik.

Merencanakan penjadwalan ekonomis dalam pengoperasian sistem tenaga listrik, mengkombinasikan pengoperasian (hybrid) beberapa jenis pembangkit tenaga listrik dalam sistem agar dicapai biaya operasi minimum dan rugi-rugi jaringan minimum.

  • Analisis Aliran Daya dan Gangguan Sistem Tenaga.

Menganalisis perhitungan tegangan, arus, daya aktif, daya reaktif faktor daya pada berbagai titik dalam suatu jaringan kelistrikan pada keadaan pengoperasian normal, baik yang sedang berjalan maupun yang diharapkan terjadi di masa yang akan datang.

  • Sistem Kendali dan Kestabilan Tenaga Listrik.

Pengontrolan dan pengendalian kestabilan sistem tenaga listrik. Kestabilan sistem tenaga listrik didefinisikan sebagai kemampuan sistem tenaga listrik untuk kembali ke kondisi operasi yang seimbang normal setelah terjadi gangguan.

  • Mesin-Mesin Listrik.

Menganalisis hal-hal yang berhubungan dengan mesin-mesin listrik. Mesin-mesin listrik terdiri dari mesin statis (transformator) dan mesin dinamis (motor dan generator).

  • Sistem Proteksi Tenaga Listrik.

Sistem proteksi terhadap suatu sistem tenaga listrik adalah sistem pengaman yang dilakukan terhadap peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada sistem tenaga listrik tersebut terhadap kondisi abnormal dari sistem itu sendiri, seperti gangguan hubung singkat, tegangan lebih/kurang, dan lain-lain.

  • Keandalan Sistem Tenaga Listrik

Keandalan sistem tenaga listrik merupakan tingkat ketersediaan maupun pelayanan penyaluran tenaga listrik suatu sistem kepada pengguna atau pelanggan. Suatu sistem tenaga listrik memiliki keandalan yang tinggi apabila mampu memasok tenaga listrik setiap saat dibutuhkan dan tidak sering mengalami pemadaman.

  • Kualitas Sistem Tenaga Listrik

Kualitas sistem tenaga listrik diukur dari tingkat kestabilan tegangan dan frekuensi tenaga listrik yang diterima oleh pengguna/pelanggan. Suatu sistem memiliki kualitas yang baik apabila mampu memasok tenaga listrik dengan nilai fluktuasi tegangan dan frekuensi dalam batas-batas toleransi yang telah ditentukan.

 

  1. Divisi Energi Baru dan Terbarukan (Renewable Energy)

Energi baru terbarukan merupakan sumber energi yang cepat dibangkitkan kembali secara alami serta prosesnya berkelanjutan. Energi terbarukan dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alami tidak akan habis bahkan berkelanjutan apabila dikelola dengan baik, sehingga energi terbarukan sering juga disebut energi berkelanjutan (sustainable energy).  Divisi Energi Baru dan Terbarukan PUSENLIS LPPM Unhas mengkaji pemanfaatan dan pengelolaan sumber energi listrik dari energi baru dan terbarukan serta mengevaluasi potensi sumber-sumber energi lokal berdasarkan potensi dan dampak lingkungannya agar dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik berdasarkan urutan prioritas.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang besar. Misalnya: energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det, mini/micro hydro sebesar 450 MW, biomass 50 GW dan energi nuklir 3 GW. Pengembangan EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres tersebut, target kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17%, dengan komposisi bahan bakar nabati sebesar 5%, panas bumi 5%, biomasa, nuklir, air, surya, dan angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2%.

Penelitian yang dilakukan oleh Divisi Energi Baru dan Terbarukan PUSENLIS LPPM Unhas secara mendalam diharapkan memberikan kontribusi dalam menganalisis:

  1. jenis-jenis sumber energi lokal yang ada.
  2. kapasitas atau potensi kandungan energi dari tiap-tiap jenis sumber energi.
  3. teknologi yang tepat dan efisien.
  4. manfaat dan dampak lingkungan pada masyarakat setempat.

 

  1. Divisi Pengembangan Teknologi Energi Berbasis Kemaritiman

Divisi Pengembangan Teknologi Energi Berbasis Kemaritiman PUSENLIS LPPM Unhas mengkaji pengembangan teknologi energi berbasis kemaritiman seperti sumber daya air (sungai, danau, laut) untuk pemanfaatan sebagai sumber energi primer yang akan dikonversi menjadi energi mekanik, energi listrik, dan lain-lain. Energi listrik yang berasal dari energi air disebut "hydroelectric".

Hydroelectric merujuk pada teknologi yang mengubah energi air menjadi energi listrik. Hydroelectric merupakan salah satu aplikasi green technology yang menghasilkan pencemaran lingkungan lebih sedikit dibandingkan teknologi pembangkit konvensional fosil. Prinsip utama hydroelectric adalah menggunakan energi kinetik air untuk memutar turbin yang akan dikonversi menjadi energi listrik. Jenis-jenis hydroelectric adalah: conventional hydroelectric, run-of-the-river hydroelectricity (small hydro projects or micro hydro projects) dan pumped-storage hydroelectricity. Conventional hydroelectric merupakan teknologi hydroelectric konvensional yang menggunakan bendungan seperti pada Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). Sementara run-of-the-river hydroelectricity mengubah energi kinetik sungai menjadi energi listrik tanpa bendungan. Small hydro projects ditujukan untuk pembangkit listrik dengan kapasitas 10 MegaWatt sedangkan micro hydro projects untuk pembangkit berkapasitas beberapa kiloWatt. Pumped-storage hydroelectricity hanya digunakan saat energi listrik benar-benar dibutuhkan.

Di Indonesia, conventional hydroelectric dan micro hydro projects sudah diterapkan. Namun, penerapannya masih sangat sedikit. Padahal Indonesia memiliki banyak sungai yang berpotensi untuk membangkitkan energi listrik. Oleh karena itu, hydroelectric harus dikembangkan di Indonesia. Small maupun micro hydro projects semakin populer dibangun sebagai elternatif sumber energi, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih terisolasi listrik. Sistem hydroelectric ini dapat dipasang di sungai kecil dan tidak memerlukan bendungan yang besar sehingga dampaknya terhadap lingkungan sangat kecil

Selain itu, perairan laut di Indonesia menyimpan potensi energi listrik yang sangat besar. Lautan memiliki energi yang besar. Lautan merupakan sumber energi terbarukan utama. Energi laut memiliki potensi untuk menghasilkan energi baru terbarukan dalam jumlah yang besar. Ada beberapa teknologi yang menggunakan strategi yang berbeda untuk membangkitkan energi. Contoh energi laut utama adalah: arus pasang surut (tidal current), arus laut (ocean current), rentang pasang surut (naik turunnya) ombak, energi panas laut dan gradien salinitas.

 

  1. Divisi Teknologi dan Pengembangan Energi Fosil

Divisi Teknologi dan Pengembangan Energi Fosil PUSENLIS LPPM Unhas bergerak dalam penelitian dan pengembangan pemanfaatan bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam atau batubara) untuk menghasilkan energi listrik, energi panas, energi mekanik dan lain-lain.

Pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil adalah pembangkit yang mengkonversi energi fosil dengan cara membakar bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini dirancang untuk produksi energi listrik dengan skala besar yang berlangsung terus menerus.

Bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, petroleum, dan gas alam. Penggunaan bahan bakar fosil ini telah menggerakan pengembangan industri dan menggantikan kincir angin, tenaga air dan juga pembakaran kayu.

Namun, hasil sampingan dari pembakaran bahan bakar fosil ini harus diperhatikan. Panas yang terbuang, jika tidak di-recovery sebagai penghangat ruangan, akan terbuang ke atmosfir. Gas sisa yang terbuang ke atmosfir akibat hasil pembakaran mengandung karbon dioksida, uap air, nitrogen dioksida, nitrogen, abu ringan (baru bara), sulfur dioksida dan kemungkinan juga merkuri.  Pembangkit listrik konvensoinal berbasis bahan bakar fosil adalah merupakan sumber utama karbon dioksida yang merupakan peyumbang utama emisi gas rumah kaca yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global (global warming).

 

  1. Divisi Kebijakan dan Database Energi

Divisi Kebijakan dan Database Energi PUSENLIS LPPM Unhas mengkaji kebijakan energi dan membuat database energi (nasional maupun regional/daerah), termasuk menganalisis kebijakan, pengembangan metodologi perencanaan, aplikasi teknologi dan penyebaran informasi di bidang pembangunan sektor energi.

Saat ini, sektor energi memegang peran penting dan strategis untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan suatu kebijakan khusus mengenai energi. Sejak tahun 1980an, Pemerintah Indonesia sudah menyadari pentingnya peranan energi dalam pembangunan nasional. Tahun 1981, pengelolaan energi Indonesia mulai ditata dengan dikeluarkannya Kebijakan Umum Bidang Energi. Pada tahun 2007, pemerintah bersama DPR mengesahkan UU No. 30 tahun 2007 tentang energi yang salah satu amanatnya adalah menyusun Kebijakan Energi Nasional (KEN). KEN dirumuskan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) yang kemudian ditetapkan oleh Pemerintah dengan persetujuan DPR. KEN akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Sebagai bagian dari stake-holder menuju terciptanya ketahanan dan kemandirian energi, kalangan peneliti dan akademisi PUSENLIS LPPM Unhas memiliki komitmen untuk turut berperan serta terlibat secara aktif dalam setiap perumusan kebijakan maupun penyusunan database energi nasional yang berkelanjutan.

Kegiatan-kegiatan bidang kebijakan dan database energi yang telah dilakukan PUSENLIS LPPM Unhas seperti: penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD), survei kebutuhan energi, kajian tarif listrik regional, kajian willingness to pay energi listrik, audit energi perkantoran, kajian penanggulangan krisis energi listrik daerah dan lain-lain.

 

  1. Divisi Elektronika Daya dan Industri

Divisi Elektronika Daya dan Industri PUSENLIS LPPM Unhas mengkaji elektronika daya dan industri. Elektronika daya adalah pengolahan, pengaturan dan pemrosesan daya listrik yang dilakukan secara elektronis atau mengubah parameter-parameter listrik (arus, tegangan dan daya) dari satu bentuk ke bentuk lainnya dengan mengendalikan atau memodifikasi bentuk tegangan atau arusnya menggunakan aplikasi/piranti elektronika. Aplikasi elektronika adalah rangkaian yang menggunakan peralatan/piranti elektronika terutama semikonduktor yang digunakan sebagai saklar (switching) untuk melakukan pengaturan dengan cara mengubah jenis sumber dari AC–AC, AC–DC, DC–DC dan DC–AC. Peralatan semikonduktor yang digunakan adalah solid-state electronics  untuk melakukan pengaturan yang lebih efisien pada sistem yang mempunyai daya dan energi yang besar. Aplikasi elektronika daya misalnya sebagai pengendali tegangan AC, pengendalian dimer dan aplikasi IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor) untuk inverter .

Objek utama aplikasi elektronika daya adalah sistem tenaga listrik dimana peralatan dan sistemnya memiliki daya listrik yang besar. Selain itu, elektronika daya diaplikasikan untuk melakukan pengontrolan di industri-industri, seperti pengaturan kecepatan motor listrik, pengaturan gerakan peralatan di industri, pengaturan kecepatan aliran minyak atau gas, pengaturan kecepatan conveyor, pengaturan torsi motor listrik, pengaturan tekanan, pengaturan suhu dan pengaturan parameter-parameter lainnya.

 

  1. Divisi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi

Divisi Teknologi Informasi & Telekomunikasi (TIK) PUSENLIS LPPM Unhas bergerak dalam pemanfaatan dan pengembangan teknologi apa pun yang dapat membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Divisi ini mencakup penelitian dalam menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.

Divisi TIK PUSENLIS LPPM Unhas mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.