Logo

Sejarah singkat

Akademi Kebidanan (AKBID) Muhammadiyah Makassar merupakan salah satu intitusi pendidikan tenaga kesehatan yang diharapkan menghasilkan tenaga bidan profesional pemula (Ahli Madya Kebidanan) yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang tanggap terhadap berbagai masalah kesehatan di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu, bayi dan anak balita. Berdasarkan konstribusi pemikiran tersebut, untuk menjalankan misi dan visi AKBID Muhammadiyah Makassar, telah dilaksanakan berbagai kegiatan baik itu bersifat akademik maupun bersifat umum guna melayani masyarakat.

AKBID Muhammadiyah Makassar berkedudukan di kota Makassar. Pada tahun 1961, Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan dengan jenjang pendidikan menengah berstatus swasta. Dalam perkembangannya, sekolah tersebut berubah nama dari “Sekolah Bidan”, “Perawat Bidan”, dan terakhir menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Muhammadiyah Ujung Pandang.

Selanjutnya pada tahun 1999 SPK dikonversi menjadi Akademi Kebidanan Muhammadiyah Makassar dengan SK Menteri Kesehatan No. HK.00.06.1.3.4208 tanggal 23 September 1999. Selanjutnya pada tanggal 5 September 2005 terbit SK Dirjen DIKTI DIKNAS No.129/O/D/2005 untuk pengalihan pembinaan dari Departemen Kesehatan ke Departemen Pendidikan. Kemudian pada tahun 2016 dilakukan akreditasi program studi dari Lembaga Akreditasi Madiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PT Kes), Nomor 0345/LAM-PTKes/Akr/Dipl/I/2016, mendapatkan nilai 305 dengan peringkat B (Baik). Saat ini kampus AKBID Muhammadiyah Makassar bertempat di Jln A.P. Pettarani II No 31 Makassar.

Staf pengajar yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di AKBID Muhammadiyah Makassar terdiri dari dosen tetap yayasan dan dosen tidak tetap dari PTN dan PTS se Kopertis Wilayah IX Sulawesi dan dari kalangan praktisi. Berdasarkan hasil evaluasi diri dan rencana strategis pengembangan perguruan tinggi menunjukkan bahwa terdapat beberapa program utama yang perlu menjadi prioritas pada tahun 2015. Program-program tersebut adalah: (a) Program utama pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana (mini Hospital dan peralatan Laboratorium); (b) Program utama peningkatan pelayanan yang memuaskan; (c) Program utama optimalisasi peran perpustakaan.